Prosa (Datang, Pergi dan Kembali)
Datang, Pergi dan Kembali Mengalir air mata ini kala itu, saat dirimu berjalan jauh meninggalkan daku di sini. Netra ini menatap lurus pada arah kepergian dirimu, bola mata ini memerah. Anala membakar kalbu hingga hangus, menahan sakit di dalam sana. Tergepal tangan ini sungguh cukup kuat gepalan tu, menahan amarah yang membakar dalam diri daku. Dirimu berucap bahwa tiada orang lain yang menjadi dasar dari kepergianmu nyatanya esoknya dirimu memamerkan perempuan cantik itu, mengatakan dia perempuanmu, ia milikmu sungguh dirimu begitu jahat padaku. Kepergianmu menghancurkan diriku bagaikan hancurnya kaca, serpihannya hancur berserakan. Dahulu dirimu berucap aku calon ibu dari anak-anak kita dan aku calon halalmu nyatanya tidak, semuanya hanyalah ucapan dan sepertinya akan menjadi ucapan untuk selamanya. Tanpa hadirmu aku seperti mati, aku kehilanganmu sungguh aku sangat kehilangan. Menjalani hari tanpa warna semuanya terasa suram, tanpa secercah warna. Air mata selalu meng...