Musikalisasi Puisi (Tentang Si Dia)
Tentang Si Dia
Hai bulan, selamat malam
kuucapkan untukmu bulan
Aku kembali lagi malam hari
ini, dengan cerita yang berbeda
Temani aku bercerita lagi ya di
malam ini
Sebuah cerita tentang si dia,
iya hanya dia tanpa ada aku di sana
Ini sebuah ungkapan yang belum bisa kusampaikan padanya, aku tak tahu kapan aku akan
menyampaikan ini padanya
tetapi aku akan sampaikan ini padamu bulan
Bulan apa kau tahu kalau dia begitu sempurna, sangat sempurna sekali hingga aku terus
membayangkannya
Wajah begitu elok
Senyum begitu manis
Badannya begitu tegap
Matanya begitu indah
Akhlaknya begitu baik
Prestasi begitu luar biasa
Sungguh ini sangat sempurna
sekali
Dia mahakarya terindah yang
pernah kulihat, jika bisa aku terus melihatnya
Hmm lupakan saja itu
Bulan apa kau bagian terpenting
dari si dia itu apa? Ayo tebak bulan
Ya, benar aku mencintainya
Aku tak tau kapan cinta itu
datang padaku, semuanya begitu tiba-tiba
Secara tiba-tiba aku bertemu
dengannya dan secara tiba-tiba dia mencuri hatiku
Bodohnya aku tak berani
mendekatinya
Aku hanya berani memandanginya dari jauh, melihat gerak-geriknya di taman kota itu sembari
tersenyum-senyum
Menandinginya saja sudah
membuat jantung ini berdebar kencang apalagi aku duduk disampingnya
Terlintas dibenakku untuk
mendekatinya tetapi ku tanam niat itu dalam-dalam
Aku terlalu tidak sempurna yang
buat dia yang begitu sempurna
Mungkin lebih baik kupendam
perasaan ini di dalam lubuk hatiku ini
Tak jarang hati ini terbakar
saat melihat dia bersama perempuan lain, aku tak rela melihatnya
Seharusnya aku yang diposisi
itu tetapi nyali terlalu kecil untuk berada diposisi itu
Bodohnya rasa cemburu itu terus
menyerangku, menggerogoti hati ini
Aku ingin marah tetapi aku
bukan siapa-siapa dirinya
Kapan aku bisa menjadi
siapa-siapa dirinya? Adakah yang biasa menjawab pertanyaan ku?
Aku tahu taka da yang bisa
menjawab pertanyaanku
Sudahlah, biarkan waktu yang
menjawabnya
Bulan apa kau tahu bagian
tergila dari ini semua apa? Sini aku ceritakan padamu
Semenjak aku mencintainya aku
seperti orang gila
Terkadang aku tersenyum sendiri
Terkadang aku tertawa sendiri
Aku seperti orang gila bukan?
Iya itulah aku setelah jatuh cinta padanya
Cinta merubah segalanya,
termasuk diriku
Bulan, aku ingin memilikinya
Apakah itu bisa bulan? Sungguh
aku berharap itu bisa
Katakanlah aku bodoh, tak ingin
mendekatinnya tapi ingin memilikinya
Iya, aku memang bodoh
Wahai tuan yang telah memikat
haiku, sabarlah sebentar tuan
Aku sedang membenarkan diriku
agar aku pantas mendekatimu kelak disuatu hari ini
Aku sedang berusaha menjadi
idaman dirimu
Ku mohon sabarlah sebentar lagi
tuan
Tunggu aku, aku segera datang
nanti
Saat ini lebih baik ku pendam
dulu rasa ini hingga sebentar itu tiba
Ku pendam dalam-dalam hingga tak
ada yang tahu
Sungguh ini lebih baik
Memendan dalam diam
Tuan maafkan diriku yang telah
lancang meyebut namamu dalam setiap lantunan doaku
Secara diam-diam namamu hadir
dalam setiap tadahan tanganku
Meminta dirimu pada yang
menciptakanmu
Aku memang tak bisa
menyampaikan perasaan ini padamu tetapi dia bisa
Iya dia bisa
Biar perasaan ini tersampaikan melalui perantara dia yang menciptakanmu sembari aku
membenarkan diriku
Aku tak tau kapan perasaan ini akan tersampaikan dan kapan diriku akan sempurna untukmu tetapi
aku yakin itu
akan terjadi suatu saat nanti
Entah kapan suatu saat itu, hanya waktu yang tahu
Harus perbanyak ikhlas ketika seseorang yang diharap tak kunjung mendekap. Berharap pada manusia memang banyak kecewanya, Kak
BalasHapus