Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2022

Enam Puluh Dua Hari Bersama Orang-Orang Hebat

Gambar
Enam Puluh Dua Hari Bersama  Orang-Orang Hebat Sumber gambar : Gambar milik pribadi Menulis dan membaca merupakan sebuah kegiatan yang sering aku lakukan semenjak kecil atas dorongan orang tua dan dari situlah aku menyukai kegiatan menulis dan membaca, akhirnya menulis dan membaca menjadi hobiku. Aku suka membaca buku terutama buku-buku non fiksi seperti novel dan aku juga suka menulis bahkan ketika SMA guruku pernah memberikan tugas untuk meringkas satu buku paket, aku senang sekali waktu itu dan tugas itu bisa aku selesai dalam waktu yang cukup cepat karena hobi menulisku itu. Memang benar sedari kecil aku suka sekali membaca dan menulis tetapi aku belum masuk dunia kepenulisan pada waktu itu, teringat sekali dibenakku pada waktu itu aku memiliki cita-cita menjadi seorang penulis. Setiap orang yang menanyakan cita-citaku maka aku akan langsung menjawab dengan tegas kalau aku ingin menjadi seorang penulis. Hobi menulis dan membacaku ini semakin didukung dengan kegiatan aku yan...

Prosa (Wisata Masalalu)

  Wisata Masalalu Aku berjalan menyusuri pantai pasir putih nan indah itu, langkah-langkah kecilku tertapak jelas di pantai itu. Dahulu ada empat tapak kaki dibelakangku sekarang hanya dua, dua lagi telah tiada sepertinya tapak itu hilang dihapus oleh gulungan ombak. Pijakan pasir putih yang begitu lembut membuai kaki ini untuk terus berjalan, tiada kata lelah di sana. Pada masa silam aku berjalan-jalan di sini dari ujung hingga ujung bersamanya sekarang hanya aku, aku tak tahu dia dimana mungkin saja ia telah ditelan oleh penghuni lautan pantai ini yang katanya angker. Deruan suara ombak terdengar seperti nyanyian ditelingaku sungguh itu terdengar hening, tetapi tak sunyi.   Tempo hari tak pernah terdengar deruan ombak itu ditelingaku karena hanya riuhnya suaranya yang kudengar dan untuk sekarang riuh suara barito itu telah tiada, suaranya telah hilang dilahap habis oleh ributnya angin pantai. Aku duduk di tengah pasir putih itu, memandang keatas langit yang begitu biru s...

Prosa (Rasa Ini Habis Bukan Mati)

  Rasa Ini Habis Bukan Mati Gelapnya malam membuatku semakin dingin, hembusan anila menusuk tubuhku. Aku berjalan dijalanan kota yang suram itu, langkah kecil terus kuraih demi mencapai ujung jalan itu. Netra ini melirik ke kiri dan ke kanan, begitu banyak pasangan sejoli yang sedang mabuk cinta. Mereka terlihat bahagia bersama dayita kesayangan mereka, tersimpan rasa iri dalam kalbu ini ingin seperti mereka tetapi segera kuhempas rasa itu hingga hancur. Aku melaju dijalanan kota dengan cahaya temaram itu, melewati lorong yang penuh dengan bisikan-bisikan cinta itu. Aku duduk diujung jalan kota, menatap kearah sepinya jalanan di sini sungguh di sini cukup tenang. Menyenderkan diri pada kesunyian malam, melepas segala resah sepanjang hari. Menatap binar bintang malam yang begitu indah sembari ditemani heningnya malam, itu sungguh nyaman. Mengenggam erat dinginnya malam, memeluk diri demi menciptakan kehangatan. Senyum tipis melintasi bibirku, teringat kenangan masa silam. Diri...

Prosa (Suara Bisikan Anak Rantau)

  Suara Bisikan Anak Rantau  Aku di sini, dibawah nabastala malam. Terduduk disudut kota dengan cahaya temaram, menatap kearah depan sembari melihat lampu-lampu kota yang menyala-nyala di sana. Menangis dengan isakan yang begitu kecil, berharap tiada yang tahu sakitnya diriku. Aku hanya butuh ketenangan sesaat di sini. Bayang-bayang kejadian bertahun-tahun lalu terus menghantuiku, tak bisa kulupakan. Aku meninggalkan tanah kelahiranku menuju tanah rantauan demi menggapai mimpi di sana. Aku meninggalkan ayah, ibu, adik, dan abangku di dermaga itu. Lambaian tangan mereka masih terkenang dimataku, melepas diriku jauh dari mereka dengan harap diriku bisa menggapai harapan diriku di sini. Kesepian, kesendirian dan kerinduan temanku selama diperantauan. Riuhnya suara-suara kota mengiang ditelingaku, nyanyian kota mengema ditelingaku. Gemerlapnya kehidupan kota menghiasi duniaku, aku bahagia di sini tetapi selalu ada yang kurang. Ayah, ibu aku rindu pelukan kalian. Adik, Abang ...

Musikalisasi Puisi (Tentang Si Dia)

  Tentang Si Dia Hai bulan, selamat malam kuucapkan untukmu bulan Aku kembali lagi malam hari ini, dengan cerita yang berbeda Temani aku bercerita lagi ya di malam ini Sebuah cerita tentang si dia, iya hanya dia tanpa ada aku di sana Ini sebuah ungkapan yang belum bisa kusampaikan padanya, aku tak tahu kapan aku akan  menyampaikan ini padanya tetapi aku akan sampaikan ini padamu bulan Bulan apa kau tahu kalau dia begitu sempurna, sangat sempurna sekali hingga aku terus  membayangkannya Wajah begitu elok Senyum begitu manis Badannya begitu tegap Matanya begitu indah Akhlaknya begitu baik Prestasi begitu luar biasa Sungguh ini sangat sempurna sekali Dia mahakarya terindah yang pernah kulihat, jika bisa aku terus melihatnya Hmm lupakan saja itu Bulan apa kau bagian terpenting dari si dia itu apa? Ayo tebak bulan Ya, benar aku mencintainya Aku tak tau kapan cinta itu datang padaku, semuanya begitu tiba-tiba Secara tiba-tiba aku bertemu de...

Musikalisasi Puisi (Aku Kira Aku Istimewa Tetapi Nyatanya Tidak)

  Aku Kira Aku Istimewa Tetapi Nyatanya Tidak Malam ini terasa cukup dingin Hembusan anila menusuk tubuhku Aku butuh anala untuk menghangati tubuhku Aku di sini, dibawah gelapnya nabastala Terduduk diam, menatap kosong kearah depan sembari meratapi kebodohan diri Bersandingkan derasnya air mata Beberapa kali suara desir menyapaku, memberitahukan tentang dia yang bersama orang lain di sana Aku cemburu, aku iri, dan aku marah Aku tak tahu harus bagaimana selain berdiam diri di sini Kenapa kau memilihnya? Kenapa kau tidak memilihku? Pertanyaan yang selalu kuulangi setiap saatnya Jawabannya pun tak kunjung kudapatkan Ingatkah kau akan diriku, cobalah mengingat diriku sebentar saja Aku yang selalu mendengar keluh kesahmu Aku yang selalu mendengar aduanmu Aku yang selalu mengelus kepalamu, memberi ketenangan kala dirimu terancam dalam kecemasan Aku yang memasang bahu setiap dirimu butuh sandaran Aku yang selalu hadir kala dirimu kesusahan Aku yang ...

Musikalisasi Puisi (Berawal Dari Asing dan Kembali Menjadi Asing)

Berawal Dari Asing dan Kembali Menjadi Asing Selamat malam bulan Temani aku malam ini ya, aku mohon temaniku di sini Aku ingin bercerita tentang aku dan dia, maksudnya tentang kami Ini kata-kata yang tak pernah kusampaikan padanya dan akan kusampaikan pada mu bulan Sini, dengarkan ceritaku malam ini Bulan dia itu baik, baik sekali Aku tak pernah berpikir dia akan datang dalam duniaku bahkan dirinya saja tak pernah terlintas dalam benakku Pertama kali aku bertemu dia di ruang kosong itu, ruang persegi diujung jalan sana Aku dan dia bertemu sebagai orang asing Aku tak mengenalnya begitu juga dirinya, entah mengapa kami secara tiba-tiba berkenalan Apa kau tau bulan kalau namanya begitu indah, saking indahnya namanya selalu ada dalam setiap lantunan doaku Aku tak menyangka akan hal ini Aku dan dia menjadi kita Aku perempuanya dan dia laki-laki ku Aku bahagia sekali diwaktu itu, aku sangat bahagia bulan Senyum dari bibirku selalu merekah kala itu Aku dan di...

Musikalisasi Puisi (Ini Kisah Ku Bukan Kisah Kita)

Ini Kisah Ku Bukan Kisah Kita Aku tahu bahkan aku sangat tahu kalau kita telah selesai Kita tak memiliki hubungan apapun lagi, aku ya aku dan kamu ya kamu Teringat jelas kejadian kala itu, saat dirimu menyelesaikan hubungan kita hanya karena perempuan di sana itu Ribuan jarum menusuk dadaku, rasanya begitu sakit dan perih Bulir bening terus mengalir deras dari netraku, mengisyaratkan sebuah kesedihan Aku hancur kala itu juga Semenjak itu aku seperti kehilangan arah Hari-hariku begitu suram, tanpa warna di sana Duniaku begitu sepi Aku tak percaya dirimu mendustaiku Memilih dia yang baru dirimu kenal, membuang diriku yang telah lama dirimu kenal Mengenggam dia yang baru menemani mu, menghempaskan aku yang telah lama menemani mu Sejuta tanya menghantui kepalaku, aku sungguh bingung Kenapa dirimu begini padaku? Apa yang perempuan itu miliki sehingga dirimu mampu berpaling dariku? Apa aku kurang cantik dari perempuan itu? Apa aku terlalu jelek untukmu? Ap...