Puisi (Bentang Alam)

 Bentang Alam


Kokok ayam bagak telah tersebar kesetiap penjuru telinga

Kicauan burung nan merdu telah menyambar  gendang pendengaran

Cahaya bagaskara telah menyerang bentala ini

Terang benderang hampir menyelusup kesetiap bucu di bentala ini

Pertanda, tanda hari baru telah dimulai

Suasana alam tersedia, menyambut hari baru

Kesegaran memeluk erat di pagi hari

Aksa ini sungguh membulat, sangat indah

Afsunya begitu indah, tak terucapkan oleh lisan ini

Bentang alam ini, sangat alap sekali

Ambun alam ini begitu khas dihidung ini

Angin sepoi-sepoi, membawa damai

Dersik angin sangat menenangkan daksa ini

Sungguh daku sangat menikmati bentang alam ini

Elok nan rupawan, itulah dia

Jenggala-jenggala di sana itu begitu hijau

Sempurna nan indah, ungkapan untuknya

Daku sungguh rejana akan suasana ini, sungguh

Aku terpukau, aku terperdaya dengan ini, sangat memikat hati ku

Tak ingin pergi, tak ingin meninggalkan ini, menetap di sini

Harap ku, tak ingin meninggalkan keelokan bentang alam ini

Ia sungguh ayu, hingga tak tega ditinggalkan

Kesempurnaannya luar biasa, tiada tara

Komentar

  1. Menelisik alam dan bentsngnya menjadi destinasi paling riuh kirananya. Saban hari bahkan sepenuh hari 24/7 berharap bentang alam menjadi tutur latar yang menenangkan hati.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Enam Puluh Dua Hari Bersama Orang-Orang Hebat

Prosa (Tentang Kehilangan Yang Abadi)

Prosa (Rasa Ini Habis Bukan Mati)