Prosa (Rahasia)

 Rahasia

Tawa ini mengelegar diruang kosong ini, tunggu ruang ini tidak kosong tapi ada aku dan dia. Tawa ini sungguh garing, mengisi ruang yang semulanya hampa itu. Bertertawa riang, sungguh aku ingin terus melakukan itu bersama dia. Suara dari gemuruhnya rinai hujan di luar ruangan ini taklah terdengar, tertutup rapat oleh tawa kita. Suara tawa ini mengema, iya mengema di ruang kubus ini. 

Aku berbagi kisah bersama dirinya, kuceritakan semua kisah itu padanya. Kucurahkan semua isi hatiku padanya, iya semuanya, apapun itu. Semua rahasiaku telah kubuka padanya, iya semuanya tapi tidak semuanya juga, ada satu yang kusembunyikan hingga sekarang bahkan akan kusembunyikan hingga selamanya. 

Dia sosok wanita hebat, sahabatku, sahabat terbaikku. Aku begitu menyayanginya, tak ingin ia bersedih. Tawanya itu tawaku, sendihnya dia sendihnya aku juga. Bertahun-tahun mengarungi hidup bersamanya, sungguh sangat lama. Berjuta kenangan telah terciptanya, sangat banyak sekali. 

Ia menceritakan setiap kisah dihidupnya padaku, semuanya tanpa sisa. Mencurahkan setiap rasa diisi hatinya padaku, iya padaku. Membagi rahasianya kepadaku, semua rahasianya. Tak satupun hal ia sembunyikan dariku, ia membeberkan semuanya padaku, sungguh ia begitu percaya padaku. 

Maaf, aku tidak sepertimu. Satu hal ini masih kurahasiakan darimu, akan kurahasiakan selamanya. Jika dirimu tau, mungkin kita tak akan bersama lagi. Lebih baik kusimpan ini, sendirian. 

Aku menyukai, menyayangi dan mencintai sosok tuan yang selalu bersamamu. Diam-diam aku mengaguminya, ingin memilikinya tapi tidak. Sosok tegap dengan paras yang begitu menawan, sungguh aku tergoda dengan tuan itu. Andai dia menjadi tuanku, kupastikan aku akan bahagia. Tuan itu milik dia, sahabatku. Cukup sampai disini rasaku, rahasia ini kusimpan terus. 

Melihat dia bersama tuan itu aku hanya tersenyum bahagia, terselip rasa cemburu dan iri dihatiku ini. Apa aku jahat? Sungguh ini diluar batas kemampuanku. Cukup netra ini memandang tuan itu, sudah lebih dari cukup. 

Rasa ini, ini urusan ku. Biarkan hati ini bermain-main dengan rasa ini, hingga hilang bersama derasnya ombak waktu. Aku janji rahasia ini tak akan dirimu dengar, sampai kapan pun itu. Biarlah tawa ini menghilangkan rasa bersama rahasia ini, iya hilang.

Komentar

  1. Akk, ini nyesek banget sih. Ketika kita suka sama seseorang, tetapi ternyata orang kita suka deket sama sahabat kita heuehu. Pengin egois tapi kita ga mau jadi orang jahat. Sabar yaa sulannnn.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Enam Puluh Dua Hari Bersama Orang-Orang Hebat

Prosa (Tentang Kehilangan Yang Abadi)

Prosa (Rasa Ini Habis Bukan Mati)