Prosa (Bersembunyi Dan Tersembunyi)

 Bersembunyi Dan Tersembunyi

Apa pun yang terjadi di hari ini tak pernah diri ini merancangnya, tak ada taktik yang ku buat untuk hari ini di hari sebelumnya. Mengenal dirimu, sebuah keberuntungan bagi ku di hari sebelumnya tapi menjalin sebuah jalinan kasih denganmu adalah keberuntungan untuk ku di hari ini.

Di waktu silam kita telah memutuskan untuk menjalin kasih, menjalin sebuah jalinan yang hanya diketahui oleh kita. Seperti katamu berberapa waktu lalu yaitu cukup kita yang tau tentang jalinan kasih ini, tak perlu insan lain tau sebab kasih kita tak perlu diumbar-umbar. 

Walau aku tak begitu menyukai jalinan kasih seperti ini tapi tak apa, sungguh tak apa. Seperti bersembunyi dari sebuah kejaran musuh yang begitu bahaya, itu yang kurasakan tapi sudahlah lupakan saja.

Diriku sadar, kita berbeda iya kita berbeda. Bukan tentang perbedaan rasa tapi tentang hal lainnya, aku menyukai sebuah jalinan yang diketahui oleh khalayak banyak sedangkan dirimu menyukai jalinan hubungan yang tidak diketahui oleh khalayak banyak atau sebuah jalinan yang begitu tersembunyi dari orang ramai. Layak peribahasa yang mengatakan perbedaan itu menyatukan, ya seperti itulah kita.

Cukup dengan kamu mengakui diriku di publik walau tanpa memberitahu tentang identitas ku, itu sudah lebih dari cukup. Masih teringat dibenakku ketika kamu bilang kepada mereka kalau kamu sudah ada yang punya, sungguh aku sangat girang waktu itu. Tak hanya dirimu aku juga mengakui dirimu di publik tanpa memberitahu identitas mu, aku berkata kepada mereka kalau hati ku sudah ada yang punya dan harus ku juga. Sungguh, sebuah timbal balik yang menyenangkan sekali.

Bertingkah layaknya orang asing ketika bersua di publik sepertinya itu hobi kita berdua, berlaku manis di belakang publik sepertinya itu sebuah kegemaran bagi kita. Bersembunyi, sebuah kata yang sangat cocok untuk kita berdua.

Sesekali diri ini bersikap egois, ingin memberitakan kepada mereka tentang jalinan kasih kita ini tapi tidak kulakukan. Aku harus mengerti dia, aku tidak boleh egois. Cukup aku dan dia yang tau tentang jalinan kasih ini, begitulah isi benakku.

Semakin larutnya waktu, semakin diri ini merasakan keasikan dalam sebuah jalinan yang tersembunyi ini. Sungguh yang terpenting saat ini hanyalah saling menjaga hati ini, buktinya tiada puan dan tuan yang berani mendekati kita hanya karena pengakuan kita di tempo hari, ya itulah menjaga hati, tidak mendekati dan tidak didekati oleh siapa pun. Cukuplah ini saja, suatu saat nanti jalinan kasih ini juga akan diketahui oleh mereka, ya hanya tinggal menunggu saja kapan suatu saat itu tiba. Tak selamanya hubungan yang diumbar itu baik, tersembunyi juga baik.


Komentar

  1. Jika memang dirasa baik dan membawa keselamatan, bersembunyi terkadang menjadi sebuah solusi. Semoga berakhir bahagia yaa

    BalasHapus
  2. Kalau nggak muat bilang saja kak. Tapi, asal ada arah muaranya sebuah jalinan nggak apa2 sih ,jika itu yg terbaik. semangat

    BalasHapus
  3. Backstreet ini memiliki dua mata pisau sih kalau menurut aku, disatu sisi, kita senang saat dia bilang kita miliknya meski tidak detail kan, tapi bisa aja yg dimaksud bukanlah kita.
    Semoga bertemu yang terbaik ya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Enam Puluh Dua Hari Bersama Orang-Orang Hebat

Prosa (Tentang Kehilangan Yang Abadi)

Prosa (Rasa Ini Habis Bukan Mati)