Prosa (Aku Sendiri)

Aku Sendiri

Aku tak tau sejak kapan dunia ku jadi seperti ini, aku pun tak tau sejak kapan semua ini bermula. Tiba-tiba aku sudah berada di sini, aku tak tau apa nama tempat ini tapi aku nyaman di sini, sangat nyaman sekali. Aku menyukai situasi di tempat ini bahkan aku mencintai ini, tunggu aku tidak mencintainya tapi sangat mencintainya, oh Tuhan aku tak ingin pergi dari sini.

Aku tak melihat siapapun di sini, sepertinya tak ada manusia di sini, tunggu sepertinya ada manusia di sini tapi hanya satu yaitu aku sendiri. Aku tak mendengar suara riuh di sini, sepertinya tak ada suara apapun di sini kecuali suara ku.

Aku sendiri, sungguh aku sendiri tapi entah mengapa ini bukan masalah buat ku, aku menganggap ini hal biasa. Aku suka aku sendiri, ya memang terdengar bodoh tapi ini faktanya. Rasanya aku ingin selalu sendiri, jika bisa selamanya saja aku sendiri.

Sesekali hembusan angin datang menyapa diriku, ya seperti menanyakan kabar, terdengar tidak mungkin tapi ini mungkin. Tak jarang aku mendengar angin itu memberitahu diriku tentang para insan yang di luar sana, sungguh aku tidak peduli terhadap mereka. Angin pernah menyampaikan pesan dari mereka untuk diriku, katanya mereka bertanya banyak hal tentang diriku. Apakah aku tidak merasa sunyi? Apakah aku tidak merasa bosan? Apakah hening begitu menyenangkan?. Begitulah pesan yang dikemas dalam pertanyaan dari mereka untuk diriku.

Sunyi itu sahabat ku, hening itu teman curhat ku dan bosan itu apa? Aku tidak tau itu apa, sepertinya aku tak pernah bertemu dengan bosan. Hidup dengan kesunyian berdampingan dengan hening itu sungguh nikmat, nikmat mana lagi coba yang akan kau dustai.

Aku heran dengan para insan di luar sana, mereka terlihat biasa saja ketika bertemu dan berinteraksi dengan insan lain di sana. Otak ini terus berpikir dan bertanya tentang kenapa mereka itu terlihat biasa saja, padahal itu sebuah pekerjaan yang begitu banyak mengeluarkan tenaga. Berjalan bersama-sama dari ujung ke ujung sembari berkegiatan dengan sesame mereka dan mereka terlihat biasa saja, itu hebat sekali, jika aku yang di sana mungkin aku sudah jatuh pingsan atau mati berdiri di sana itu.

Aku tetaplah manusia, aku normal bukan abnormal. Tak jarang aku ingin pergi ke sana, ke tempat yang ramai itu dan berinteraksi dengan insan-insan di sana, oh Tuhan itu terdengar sangat menyenangkan dan begitu riang untuk ku tapi itu semua tak mungkin bagi diriku. Tempat, posisi dan situasi ku ini mengikat diriku. Aku seperti diikat dengan tali tambang yang sangat besar sekali, sehingga aku tak mampu beranjak dari sini.

Jika dipikir-pikir lebih baik aku sendiri seperti ini karena jika aku tidak sendiri itu artinya aku tidak baik-baik saja, baru saja kaki ku ini melangkah pergi bersama tubuh ini tapi dalam sekejab kaki dan tubuh ini bergetar hebat, tidak ingin bertemu dengan mereka di luar sana.

Aku di sini sendiri bersama dengan dunia ku, dunia memang luas tapi itu bagi mereka bukan bagi diriku, bagi ku dunia ku hanya sebatas ini saja. Aku tidak bisa mengukur apakah dunia mereka lebih luas dari dunia ku, aku tak tau dan aku tak ingin tau tentang hal itu.

Sendiri di sini, ya itulah aku. Aku manusia di sini dan manusia di sini hanya sendiri tapi makhluk imajinasi di sini tidak sendiri tapi begitu banyak makhluk imajinasi itu di sini, hampir setiap hari bahkan hampir setiap saat aku mengoceh dan bercerita kepada mereka.

Tak jarang mata ini melihat keluar sana, ada dua insan di sana, mereka berbeda gender dan saling tertawa, sepertinya sangat bahagia. Wanita itu bahagia punya pasang seperti pria itu, begitu sebaliknya, sungguh aku iri dan jujur saja aku ingin seperti mereka. Aku punya pasangan di sini tapi tak ada yang bisa melihatnya, hanya aku yang bisa melihatnya dan jika aku ingin melihatnya aku harus memejamkan mata ku lalu memikirkannya. Aku tidak tau apakah kami pasangan atau bukan, yang kami berbeda dengan mereka, sangat berbeda sekali.

Sudahlah, mungkin memang begini takdir ku, sungguh takdir ku sangat indah sekali. Berada di sini, merangkai cerita di sini tanpa di ketahui siapapun di luar sana, sungguh ini sangat rahasia sekali. Mereka tidak tau apapun tentang diriku di sini dan aku tidak tau apapun tentang diri mereka di sana, sungguh ini sangat sempurna sekali.

Notes : Prosa ini merupakan sedikit ungkapan dari seorang anak introvet. 

Komentar

  1. MasyaAllahu kata-,katanya indah. Rata2 orang introvert memang pandai meluapkan kata lewat tulisan. Sukses untuk karyanya ya

    BalasHapus
  2. Huhuhu kok jadi sedih begini bacanyaa :( jadi introvert itu memang berat yaa sepertinya.

    BalasHapus
  3. Kesendirian terkadang merupakan cara untuk tetap hidup, tapi tak jarang pula kesendirian yang membuat kita tetap diam dan meninggalkan semuanya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Enam Puluh Dua Hari Bersama Orang-Orang Hebat

Prosa (Tentang Kehilangan Yang Abadi)

Prosa (Rasa Ini Habis Bukan Mati)