Musikalisasi Puisi (Suara Anak Bungsu)
Suara Anak Bungsu
Hai, ini cerita ku tentang si bungsu
Bermula dari kelahiran diriku
Aku lahir dengan cinta dari segala arah
Ayah, ibu, kakak, abang dan lainnya
Kata mereka menjadi si bungsu itu enak
Selalu dimanja setiap saatnya
Segala permintaan selalu dikabulkan
Berjuta kasih sayang pun selalu didapati oleh ku
Hidup dengan kenyamanan tingkat tinggi
Mereka hanya berpikir enaknya saja, tidak berpikir tentang
tidak enaknya
Aku senang menjadi si bungsu, aku bahagia tetapi aku tak
ingin seperti ini
Hidup di dalam bayang-bayang orang tua
Kemanapun diriku merangkak, mereka ada di belakang ku
Dianggap kecil, padahal waktu menunjukkan aku sudah besar
Dijaga seperti tentara menjaga malam, aku tidak selemah itu
sehingga harus jaga seperti itu
Digendong seperti bayi kala aku mampu berjalan sendiri, kaki
ku sungguh kuat buat berjalan hingga tak harus digendong lagi
Aku lelah, aku letih, dan aku capek di sini
Ini yang dikatakan enak? Ini tidak enak tetapi dibuat enak
Aku tahu mereka sayang padaku tetapi tidak seperti ini,
terkesan berlebihan sekali
Tak jarang aku melihat kakak dan abang ku iri kepada ku
Hati ini menciut, merasakan kesalahan yang teramat besar
pada mereka
Samakan aku dengan
abang ku dan dengan kakak ku, kami sama-sama anak kalian
Aku tak ingin suatu saat nanti mereka membenci diriku
Aku ingin seperti mereka, kakak dan abang ku
Berlari sendiri menuju impian, aku tahu itu susah tapi aku
inginkan itu
Menjalani hidup dengan kendali ditangan mereka, tidak
seperti ku kendali hidup ku ada ditangan kalian
Menjadi dewasa yang sesungguhnya sembari memandirikan hidup
Apa kalian masih berpikir menjadi anak bungsu itu enak?
Yakin enak?
Aku menjadi harapan terakhir dikeluargaku, menggapai harapan
yang gagal digapai oleh kakak dan abang ku
Menghempaskan harapan ku demi harapan mereka
Berlari mengejar harapan itu, sembari mengejar umur orang
tua kala renta terus semakin siap untuk menghampiri mereka
Tak jarang telinga ini mendengar suara perbandingan, antara
diriku dengan kakak dan abang ku
Suara itu selalu mengatakan mereka lebih segala dari diriku
Jika mereka lebih dariku, buat apa aku dilahirkan? Mungkin
buat dibandingkan
Setiap insan selalu memuji kakak dan abang ku, tidak dengan
diriku
Mereka dijuluki si kuat, si hebat, dan si luar biasa
Aku dijuluki si manja, si lemah dan si tak berdaya
Seolah-olah kakak dan abang ku adalah sisi terbaik dari
keluarga ku dan sisi terburuk dari keluarga ku
Aku hanya menunduk kepala ini, menerima semuanya dengan hati
yang terus berkecamuk
Inikah yang dikatakan enak menjadi anak bungsu?
Mereka tak pernah melihat ku dari sisi yang kuinginkan,
mereka melihat ku dari sisi lemah ku bukan dari sisi kuat ku
Aku selalu berpikir kapan suara ku didengarkan, sepertinya
mereka terlalu tuli untuk mendengarkan suara ku
Aku ingin dianggap dewasa, aku bukanlah bayi yang tak
berdaya seperti waktu itu
Aku ingin dihargai oleh mereka
Apa kalian tahu akulah yang paling sabar diantara kakak dan
abang ku, kalian pasti tidak tahu
Begitu sabarnya aku hidup selama bertahun-tahun dibawah
garis aturan kalian, didasarkan kekhawatiran kalian yang berlebihan pada ku
Aku ingin pergi seperti kakak dan abang ku, menjauh dari tempat
ini
Aku berjanji pada kalian, aku tak akan melupakan jalan
pulang dan aku pasti akan pulang
Bukan aku tak menyayangi kalian, aku sangat menyayangi
kalian tetapi tolong berikan diriku kebebasan sungguh aku memohon pada kalian
Aku sudah dewasa, aku tahu mana baik dan mana yang tidak
baik
Aku juga tahu mana yang harus dikejar dan mana yang harus
dilepaskan
Kalian tidak lupa bukan kalau waktu itu terus berjalan,
meski secara perlahan
Perlahan-lahan diriku juga tumbuh, menjadi dewasa
Aku yakin kalian tidak melupakan itu
Inikah enaknya jadi anak bungsu? Ya mungkin ini yang
dimaksud mereka
Tak selamanya menjadi anak bungsu itu enak, percayalah pada ku
Komentar
Posting Komentar