Musikalisasi Puisi (Ini Kisah Ku Bukan Kisah Kita)

Ini Kisah Ku Bukan Kisah Kita

Aku tahu bahkan aku sangat tahu kalau kita telah selesai

Kita tak memiliki hubungan apapun lagi, aku ya aku dan kamu ya kamu

Teringat jelas kejadian kala itu, saat dirimu menyelesaikan hubungan kita hanya karena perempuan di sana itu

Ribuan jarum menusuk dadaku, rasanya begitu sakit dan perih

Bulir bening terus mengalir deras dari netraku, mengisyaratkan sebuah kesedihan

Aku hancur kala itu juga

Semenjak itu aku seperti kehilangan arah

Hari-hariku begitu suram, tanpa warna di sana

Duniaku begitu sepi

Aku tak percaya dirimu mendustaiku

Memilih dia yang baru dirimu kenal, membuang diriku yang telah lama dirimu kenal

Mengenggam dia yang baru menemani mu, menghempaskan aku yang telah lama menemani mu

Sejuta tanya menghantui kepalaku, aku sungguh bingung

Kenapa dirimu begini padaku?

Apa yang perempuan itu miliki sehingga dirimu mampu berpaling dariku?

Apa aku kurang cantik dari perempuan itu?

Apa aku terlalu jelek untukmu?

Apa salahku sehingga dirimu mendustaiku?

Jawablah pertanyaanku, berikanlah kejelasan pada diriku

Jutaan kali aku menutup mata, berharap segera terbangun

Nyatanya aku tak pernah terbangun

Menduga ini semu, walau nyatanya tidak

Terduduk dibawah remang-remang cahaya malam, menangis sembari menumpaskan segala kesedihan hati

Menatap ke ujung sana, melihatmu bersama perempuan itu

Begitu mudahnya dirimu bahagia di sana, sepertinya dirimu telah melupakan kenangan kita

Teringat jelas bayang-bayang kebahagiaan kita kala dahulu

Ada aku, ada kamu dan pastinya ada kita dimasalalu itu

Kenangan itu begitu indah hingga tak mampu kulupakan

Begitu sulit bagiku untuk membuangmu dari hatiku

Entah sampai kapan dirimu akan ada dikalbuku, sungguh tiada yang tahu

Apa dirimu tahu yang sulit itu bukan hanya tentang membuangmu dari hatiku tapi juga menterbiasakan segala hal

Terbiasa tanpamu, terbiasa melihatmu bersama perempuan itu dan lainnya

Setiap langkah ini melewati tempat singgah kita dahulu rasanya begitu sesak

Kenangan itu kembali terlintas dibenakku

Dahulu di sana pernah ada aku , ada kamu, dan ada kisah cinta kita di sana

Masa dimana sebelum perempuan itu merusak segalanya, masa sebelum kamu direbut olehnya

Rasanya jejakmu tertinggal ditempat-tempat itu, tempat yang pernah kita singgahi

Aku terus mengingat dirimu setiap aku di sana

Itu semua telah berlalu, ku sebut itu masalalu, masalalu kita berdua

Meski kita telah usai, setidaknya kita pernah mengukir cerita walau cerita itu harus kandas sebelum mencapai epilog

Apa kamu ingat dengan perkataan kamu dahulu? Aku harap kamu masih mengingatnya

Katamu kita akan terus bersama hingga hari tua nanti bahkan hingga sang ajal menjemput kita

Katamu tidak akan pernah meninggalkan diriku

Dahulu aku percaya akan perkataanmu, tepatnya sebelum kamu pergi bersama perempuan itu

Kata-katamu hanyalah sebuah basa basi yang basi bagiku

Kamu juga pernah bilang tidak akan ada perempuan lain dihatimu selain diriku, nyatanya perempuan lain itu ada dihati kamu

Aku menyesal, sangat menyesal karena telah mempercayai perkataan mu

Perkataanmu tidaklah seperti kenyataan yang dirimu buat

Andai kamu tau rasanya menjadi diriku, begitu sakit rasanya

Sakitnya kehilangan seseorang yang begitu dicintai dan sakitnya ditinggalkan bersama perempuan lain

Aku merindukan kita yang dahulu, sangat merindukannya

Kala kita tertawa bahagia, kala kita tersenyum manis, kala kita bersama

Dahulu tiada air mata, sekarang ada air mata disetiap hariku

Apa kamu ingat tamat diujung kota itu, tempat kita meresmikan hubungan kita

Sekarang aku duduk di taman kota ini, menuliskan kisah ini 

 Mataku menatap kosong kearah depan dengan ditemani keheningan ditengah riuhnya kota

Aku kehilangan sosokmu di sini

Sudahlah, aku lelah dengan semua ini dan aku membenci semua ini

Aku ingin memulai semuanya dengan sendiri

Wahai semesta bantu aku melewati ini

Buat kamu sang masalaluku aku ucapkan selamat tinggal dan sampai bertemu dititik terbaik

 menurut waktu

Komentar

  1. Bikin musikalisasi puisi tanpa ada video puisinya, berarti si penulis memiliki daya imajinasi yang tinggi. Di setiap bait penulis diwajibkan bersenandung dalam tulisannya, dan itu tidak mudah

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Enam Puluh Dua Hari Bersama Orang-Orang Hebat

Prosa (Tentang Kehilangan Yang Abadi)

Prosa (Rasa Ini Habis Bukan Mati)