Musikalisasi Puisi (Berawal Dari Asing dan Kembali Menjadi Asing)

Berawal Dari Asing dan Kembali Menjadi Asing

Selamat malam bulan

Temani aku malam ini ya, aku mohon temaniku di sini

Aku ingin bercerita tentang aku dan dia, maksudnya tentang kami

Ini kata-kata yang tak pernah kusampaikan padanya dan akan kusampaikan pada mu bulan

Sini, dengarkan ceritaku malam ini

Bulan dia itu baik, baik sekali

Aku tak pernah berpikir dia akan datang dalam duniaku bahkan dirinya saja tak pernah terlintas dalam benakku

Pertama kali aku bertemu dia di ruang kosong itu, ruang persegi diujung jalan sana

Aku dan dia bertemu sebagai orang asing

Aku tak mengenalnya begitu juga dirinya, entah mengapa kami secara tiba-tiba berkenalan

Apa kau tau bulan kalau namanya begitu indah, saking indahnya namanya selalu ada dalam setiap lantunan doaku

Aku tak menyangka akan hal ini

Aku dan dia menjadi kita

Aku perempuanya dan dia laki-laki ku

Aku bahagia sekali diwaktu itu, aku sangat bahagia bulan

Senyum dari bibirku selalu merekah kala itu

Aku dan dia menjalani hari sebagai kita

Bergandengan tangan melewati waktu, menyusuri lembah kehidupan

Mengukir cerita dikertas kosong sembari melempar warna-warna indah dikertas itu, membuatnya seindah mungkin

Oh Tuhan aku begitu bahagia, sepertinya dunia begitu baik padaku

Aku tak ingin apapun, aku hanya ingin dia disampingku terus

Begitu banyak cerita yang telah kami rangkai bahkan kami telah merencanakan cerita dikemudian hari

Akan begini semuanya lalu akan begitu dan akan berakhir dengan bahagia

Begitu rangkaian cerita kami dikemudian hari

Bulan dia begitu sempurna dihidupku, sangat sempurna sekali

Dia menjadikanku ratu, satu-satunya ratu dalam hidupnya setelah ibu dan saudara perempuannya

Aku hanya ingin dia bulan bukan orang lain, hanya dia

Waktu terus berlalu, aku masih bersamanya tetapi semuanya berbeda bulan

Sangat berbeda sekali

Dia berubah, dia seperti bukan laki-laki ku lagi

Entah apa yang terjadi padanya aku pun tak tahu

Kepalaku selalu berpikir keras, mencari tahu apa yang membuat ia berubah

Aku selalu bertanya padanya tetapi dia tak pernah menjawabku

Apa aku ada salah padamu?

Apa aku membuat kesalahan?

Dia mengabaikan pertanyaanku

Semakin hari dia semakin berubah

Aku melihat dia bersama perempuan lain di sana, dia begitu asik dengan perempuan itu hingga melupakan diriku

Aku tak tahu siapa perempuan itu, kata dia itu temannya tetapi aku melihatnya itu seperti lebih dari kata teman

Dia semakin melupakanku bulan, diriku tersingkirkan

Aku cemburu melihat dia bersama perempuan itu

Aku sakit melihat dia tertawa bersama perempuan itu

Aku tak lagi mengukir cerita bersamanya, aku mengukir cerita sendiri

Aku berjuang mempertahankan dirinya

Aku memperjuangkan untuk kembali kesisiku

Dunia tak berpihak padaku, perjuangan diriku tak ada hasilnya

Aku kalah bulan

Suatu hari dia memutuskan kata kita diantara aku dan dia

Itu pertemuan terakhir diriku dan dirinya

Memang aku masih bertemu lagi dengannya tetapi tidak seperti dahulu

Semuanya telah berbeda, terasa sangat berbeda

Rasanya aku dan dia tak pernah menjadi kita

Aku ya aku dan dia ya dia

Rasanya benar-benar asing

Saling melempar senyum pun tak pernah kami lakukan apa lagi untuk saling menyapa

Kami kembali menjadi asing seperti dahulu, sebelum kami saling berkenalan

Aku kembali pada duniaku yang dahulu, begitu pulak dengan dirinya


Komentar

  1. sakit teramat ya jika diteruskan. Biarkanlah bulan yang menyampaikan isi hatimu, dg bercerita dengan si bulan, aku yakin sedih sedikit berkurang walau mungkin butuh waktu untuk menambal kesedihan itu..Semoga tergantikan dengan yang lebih baik

    BalasHapus
  2. Kesimpulannya adalah jangan sampai terjebak friendzone, jika zonanya tidak ada perkembangan akhirnya aku dan tidak akan menjadi kita, tetapi menjadi aslng.

    BalasHapus
  3. Huff, memang perjalanan cinta kadang suka bermain di siklus itu ya, asing—dekat—terlalu dekat—asing kembali.
    Chapter si dia udah sampai batas akhir, semoga lembaran baru dengan orang baru tidak lagi lari di siklus yang sama. Tapi dari asing jadi keluarga. Uhuyy~🀭

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Enam Puluh Dua Hari Bersama Orang-Orang Hebat

Prosa (Tentang Kehilangan Yang Abadi)

Prosa (Rasa Ini Habis Bukan Mati)