Indonesia Sedang Krisis Membaca
Indonesia Sedang Krisis Membaca
Membaca, sebuah kata yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Tentu saja kata "membaca" sudah tidak langka lagi bagi kita, terutama bagi para pelajar, penulis, dan lain sebagainya. Dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari kita sering sekali membaca, wow keren ya guys. Percaya tidak kalau kita semua sering membaca? Harus percaya dong guys. Contoh sederhananya kita sering membaca pesan di WhatsApp, Instagram, Line, Twitter, Facebook dan lainnnya.
Terbaca adalah telah dibaca
Pembaca adalah orang yang membaca ataupun orang yang suka atau hobi membaca.
INDONESIA KRISIS MEMBACA
Guys kalian tau dong kalau kita sering banget membaca, udah aku kasih tau juga tadi di atas. Kita ini sering membaca terus kita tinggal di Indonesia, pastinya peringkat negara kita dalam membaca tinggi dong. Apa kalian berpikir seperti itu? Tunggu dulu guys jangan terlalu percaya diri ya.
Menurut Informasi yang aku baca yaitu berdasarkan data UNESCO menyebutkan Indonesia menempati urutan kedua dari bawah soal literasi dunia yang berarti minat baca sangat rendah dengan persentase 0,001 persen atau dari 1.000 orang Indonesia hanya satu orang saja yang rajin membaca.
Perlu diketahui bahwa sejumlah data literasi lainnya pun menunjukkan bahwa minat baca Indonesia menduduki level bawah diantara negara-negara lainnya di dunia.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019 yaitu Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara atau merupakan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.
Sedikit penjelasan mengenai Programme for International Student Assessment (PISA) diinisiasi oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). PISA ini merupakan studi untuk mengevaluasi sistem pendidikan yang telah diikuti oleh lebih dari 70 negara di seluruh dunia. Setiap 3 tahun, murid-murid berusia 15 tahun dari sekolah-sekolah yang dipilih secara acak, menempuh tes dalam mata pelajaran utama yaitu membaca, matematika dan sains.
Sebuah hasil riset yang berbeda yaitu yang bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca
Aduh gimana nih guys? Okeh dari data di atas kita bisa tau kalau masalah literasi terutama dalam hal membaca ini masih harus dibenahi di Indonesia.
Halo guys? Kita lanjut lagi ya pokok pembahasan ini. Jangan sedih dong setelah mengetahui kalau minat baca Indonesia itu ada di posisi bawah, harus semangat ya guys sebab kita harus merubah itu.
Apa kalian tau kalau Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia telah melakukan pemetaan kondisi kegemaran membaca di negara kita ini. Melalui kajian kegemaran membaca masyarakat Indonesia di tahun 2021, yang mencakup 34 provinsi di Indonesia lalu diproleh nilai tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia pada tahun 2021 itu di angka 59,52 dari skala 0-100. Wah hebat ya guys, hal tersebut pun memasuki peringkat sedang dan kabar menariknya hal ini terus meningkat dari tahun 2016 diangka 26, tahun 2027 di angka 37 dan tahun 2018 diangka 50.
Ayok tepuk tangan dulu buat negara kita, hebat ya guys literasi di negara kita semakin meningkat tapi ingat perlu ditingkatkan lagi ya. Menurut Deni, pemerintah terus berupaya untuk membangun kegemaran membaca dan budaya literasi. Beliau mengatakan, hal itu senada dengan agenda pembangunan nasional yang dituangkan di dalam RPJMN 2020-2024 kegiatan prioritas nasional, yaitu revolusi mental dan kebudayaan, yang salah satunya adalah melalui penguatan budaya literasi.
Mungkin di dunia Indonesia termasuk negara yang tingkat membacanya rendah yaitu berada di bagian terbawah, namun di dalam negara kita sendiri tingkat membaca itu terus meningkat dari tahun 2016. Bisa dikatakan negara kita sedang berusaha mengembangkan tingkat membaca, syukurnya perkembangan itu terus meningkat dari tahun 2016. Mari kita tingkatkan membaca, membaca itu seru loh guys.
Bagaimana cara meningkatkan minat baca?
Halo, ayok semangat terus mengikuti pokok pembahasan ini ya guys. Tadi udah aku jelasin mengenai tingkat membaca negara Indonesia di dunia itu tergolong rendah, namun dalam negara Indonesia kita tingkat membaca itu tidak tergolong rendah melainkan sedang karena terus meningkat dari tahun 2016. Kita semua tidak boleh lega dong guys, justru kita harus meningkatkan minat baca baik itu pada diri kita sendiri maupun lingkungan sekitar. Berikut beberapa cara untuk meningkatkan minat baca:
Cari buku yang tepat
Perlu diketahui ya guys kita tidak suka membaca bukan karena memang tidak suka tapi mungkin saja kita belum menemukan buku yang tepat untuk kita baca, jadi mari kita mencari buku yang tepat untuk kita baca. Ada individu yang menyukai buku-buku yang berisi quotes, ada yang menyukai buku-buku tentang ilmu pengetahuan, ada yang menyukai buku-buku tentang inpirasi, dan masih banyak lagi. Contoh sederhananya ada satu individu ia mengatakan ia tidak suka sama buku-buku yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan ia mengatakan ia tidak suka membaca tapi ketika individu ini bertemu dengan buku-buku yang tidak menyangkut ilmu pengetahuan ia malah suka, itu artinya bacaan yang tepat untuk dirinya adalah buku-buku non ilmu pengetahuan tapi ingat ya guys sesekali juga kita harus membaca ilmu pengetahuan karena itu penting buat kita apalagi yang masih mengejar pendidikan.
Ciptakan suasana yang nyaman untuk membaca
Suasana yang nyaman juga bisa meningkatkan minat baca loh, semakin nyaman suasana semakin suka kita membaca. Coba kalian bayangkan kalian membaca disuasana yang tidak nyaman, bunyi-bunyian yang sangat berisik dan suara-suara yang tidak mengenakkan memasuki telinga. Sudah dibayangkan? Pastinya tidak enak bukan. Contoh sederhana yaitu membaca seorang individu membaca novel di malam hari tepatnya di kasur dengan selimut yang menutupi tubuhnya, tanpa individu tersebut sadari suasana yang nyaman membuat ia larut dalam bacaannya hingga berjam-jam lamanya.
Membentuk forum atau komunitas literasi
Berkumpul dalam suatu forum atau komunitas dengan orang-orang yang sama-sama menyukai dunia literasi, bisa dikatakan sefrekuensi itu pasti sangat menyenangkan. Kita bisa berbagi pengalaman dalam membaca dengan anggota yang lain, kita juga akan mendapatkan rekomendasi bahan bacaan dari mereka. Hal tersebut bisa membuat minat baca kita semakin meningkat, kita juga bisa mengajak orang lain yang tidak suka membaca bergabung dengan kita dan lama-lama orang tersebut akan terbiasa lalu akan suka dengan membaca. Ingat ya guys, lingkungan itu cukup berpengaruh sekali.
Menumbuh motivasi dalam diri untuk membaca
Segala sesuatu di mulai dari diri sendiri, seperti itu juga membaca. Tanamkanlah dalam diri kebiasaan membaca, motivasilah diri untuk membaca. Jika tidak dimulai dari diri sendiri, mau dimulai dari diri siapa? Diri orang gitu? Diri sendiri saja tidak bisa apalagi diri orang lain ya guys.
Mengatur jadwal membaca
Mengatur jadwal untuk membaca ini cukup penting sekali, walau hanya sebentar saja seperti tiga puluh menit atau satu jam. Ketika kita memiliki jadwal membaca dan kita menjalankannya dengan konsisten, perlahan-lahan hal tersebut akan menumbuhkan minat baca pada diri sendiri. Kenapa kita harus mengatur jadwal? Menurut ku supaya aktivitas lain tidak tergantung. Contoh sederhana diriku sendiri, dahulu itu aku nggak suka banget membaca karena cukup menganggu aktivitas ku lalu aku coba untuk mengatur jadwal membaca yaitu sebelum tidur dan itu efektif bagiku.
Jalan-jalan ke perpustakaan
Ini terdengar konyol tapi menurut ku ini seru, dengan berjalan-jalan di perpustakaan kita memanjankan mata kita dengan berbagai jenis buku. Ketika di perpustakaan pastinya kita akan melihat berbagai jenis buku, ketika kita tertarik pada satu buku dan kita memutuskan untuk membacanya dan tanpa disadari itu meningkat minat baca kita. Contoh sederhana seseorang berjalan-jalan ke perpustakaan lalu ia menemukan satu buku dan ia memutuskan untuk membacanya kemudian selesai membaca ia merasa tertarik dengan buku yang ia baca itu hingga ia memutuskan untuk mencari buku yang membahas hal yang sama dengan yang ia baca, tentu saja hal itu meningkatan minat baca.
Manfaat membaca
Terkadang orang-orang bertanya untuk apa membaca, ada juga yang berkesan hal tersebut membuang waktu. Berikut manfaat membaca menurut ku:
Memperluas pengetahuan
Ketika kita membaca kita menambah pengetahuan terhadap diri kita, hingga pengetahuan di diri kita kita meluas. Kita tidak hanya mengetahui tentang kehidupan di sekitar kita tapi kita juga mengetahui kehidupan di luar sana.
Menambah ide
Ketika kita membaca maka kita akan menemukan hal baru yang terkadang menginspirasi kita hingga menciptakan sebuah ide di kepala kita, menurut ku ini cukup membantu penulis yang kekurangan ide dalam menulis.
Memotivasi diri
Buku bisa memotivasi seseorang bahkan buku bisa menyelamatkan seseorang dari keterpurukannya, begitu banyak kata atau kisah dari buku yang memotivasi pembacanya dan tak jarang hal itu membangkitkan semangat dalam diri pembaca.

Membentuk forum atau komunitas membaca dan menulis. Ini works sih. Kenapa? Kalau sendiri seringnya lalai, kalau ada teman yg ingetin pasti terpacu untuk melakukannya bersama-sama
BalasHapusWahh; suprise bgt, tulisannya enak dibaca dan mengalir dengan baik. Hehe, biasanya juga bagus sih dr prosa2nya. Tapi baru kali ini baca artikel opini kak sulanti.
BalasHapusSaran2nya pun sgt efektif, semangat terusss kak π