Mengenal Muhammad Hatta

 Muhammad Hatta 
Hati Nurani Bangsa
Sumber gambar : https://s2.bukalapak.com/img/7888694781/large/2017_11_01_054727_1_scaled.jpg

Identitas Buku:

Judul buku : Muhammad Hatta Hati Nurani Bangsa
Penulis : Dr. Deliar Noer
Halaman : 182 halaman
Penerbit : Kompas
ISBN : 978-979-709-633-5
Tahun terbit : 2012


Pengenalan isi buku:
        Buku yang berjudul Muhammad Hatta hati nurani bangsa yang ditulis oleh Dr. Deliar Noer ini menceritakan tentang kehidupan wakil presiden pertama Indonesia yaitu Muhammad Hatta dari awal beliau lahir ke bumi hingga beliau wafat.
         Penulis buku tersebut membagikan kehidupan Muhammad Hatta dalam delapan masa yaitu sebagai berikut:

  • Masa Kecil di Bukit Tinggi dan Padang (1902-1917)
  • Remaja di Padang dan Jakarta (1917-1921)
  • Matang dengan Pergerakan di Belanda (1921-1932)
  • Masa Pergerakan di Jakarta, Digul, dan Banda Neira (1932-1941)
  • Di bawah Pendudukan Jepang (1942-1945)
  • Perang Kemerdekaan (1945-1949)
  • Wakil Presiden di Masa Merdeka Penuh (1950-1956)
  • Sebagai Warga Negara Biasa (1956-1980)

        Secara ringkasnya buku tersebut menceritakan tentang perjalanan hidup dari seorang wakil presiden pertama Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Muhammad Hatta atau juga yang diisapa Bung Hatta. Dimulai dari Muhammad Hatta yang lahir pada tanggal 12 Agustus 1902, beliau lahir di keluarga yang berlatar belakang agama Islam yang kuat dan juga perdagangan serta awal mula beliau kehidupan yang disiplin. Setelah masa kecilnya berlanjutlah ke masa remajanya yaitu di mana Muhammad Hatta menghabiskan waktunya di Padang dan juga Jakarta, Pada masa remajanya beliau sudah mulai bersinggungan dengan hal-hal yang bersangkutan dengan kemerdekaan. Selanjutnya pada masa kematangan beliau yang tumbuh semenjak beliau belajar di Belanda, selama di Belanda beliau sangat tekun belajar ilmu ekonomi. Pada masa kematangan ini Muhammad Hatta bergabung pada PI atau perhimpunan Indonesia dan pada tahun 1962 PI jatuh ke pundak Muhammad Hatta. Berikutnya pada masa pergerakan di mana Muhammad Hatta sendiri ikut turut ambil andil di dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia, Pada masa ini jugalah Muhammad Hatta berjuang pada saat dirinya dibuang ke Dingul dan juga Banda Neira lalu sempat terjadi juga perbedaan pendapat antara Muhammad Hatta dan Ir. Soekarno. Berikutnya pada masa pendudukan Jepang di mana Pada masa ini Muhammad Hatta sempat ingin dibunuh saat ia berkunjung ke Jepang, selain itu di masa ini juga terdapat peranan Muhammad Hatta di dalam organisasi politik maupun non politik. Berlanjut ke masa perang di masa ini Muhammad Hatta begitu memperhatikan kondisi ekonomi negeri terutama pada bidang koperasi dan pada masa ini juga beliau dinobatkansbagai baak koperasi. Selanjutnya pada masa Muhammad Hatta menjabat sebagai wakil presiden secara penuh, Pada masa ini Muhammad Hatta sebagai orang penting kedua di Indonesia yaitu wakil presiden dan pada masa ini juga Muhammad Hatta melakukan hubungan diplomasi dengan luar negeri serta mendapatkan beberapa tantangan seperti pemberontakan. Selanjutnya yang terakhir ketika Muhammad Hatta melepaskan jabatannya sebagai wakil presiden Indonesia dan Muhammad Hatta menjalankan kehidupannya sebagai rakyat biasa, meskipun beliau telah menjadi rakyat biasa dan telah melepaskan jabatannya tapi beliau tetap memberikan saran dan juga kritikan terhadap pemerintahan Indonesia pada masa itu dan pada 14 Maret 1980 beliau menutup usiannya.
        Buku yang berjudul Muhammad Hatta Hati Nurani Bangsa ini juga dilengkapi dengan gambar-gambar dari awal hingga akhir yang membuat para pembaca semakin berminat untuk membaca dan tidak merasakan bosan pada saat membaca, selain itu penggunaan bahasa yang digunnakan dalam buku ini juga sangat mudah dipahami dan ceritanya juga begitu singkat. Buku sangat cocok dan sangat disarankan untuk mereka yang belum tau dan ingin tau tentang riwayat hidup Muhammad Hatta. 

Komentar

  1. Bung Hatta adalah tokoh yang sangat penting dalam sejarah negara kita. Menurut saya, wajib kita jadi tahu bagaimana sejarah perjuangan beliau.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Enam Puluh Dua Hari Bersama Orang-Orang Hebat

Prosa (Tentang Kehilangan Yang Abadi)

Prosa (Rasa Ini Habis Bukan Mati)