Cerita Pendek (Sedikit Luka di Hati)

Sedikit Luka di Hati

Sumber gambar : https://aktualnews.co.id/2021/06/02/patah-hati-terhebatku/

Sebuah mobil hitam merek lamborghini memasuki SMA Garuda Indonesia di pagi hari ini kemudian mobil itu diparkirkan bersama mobil-mobil bermerek lainnya, seorang gadis pun keluar dari mobil itu. Gadis itu memiliki mata coklat yang begitu indah, rambut sebahu yang halus, tubuh yang atletis, senyum yang manis, dan warna kulit yang seputih susu. Gadis itu bernama Putri Wulan Dhe Alansyah atau yang biasa disapa Wulan. Wulan adalah gadis pintar dengan segudang prestasi yang sangat membanggakan, maka tidak heran jika ia sekarang menduduki kelas 12 Mipa 1 yaitu kelas yang dipenuhi dengan anak-anak pintar.

Wulan berjalan menyusuri koridor kelas dua belas lalu ia memasuki kelas 12 Mipa 5 yang kebetulan pada waktu itu masih sepi. Ia pun menuju sebuah meja yang berada di pojok belakang ruangan kelas itu kemudian ia memasukan sebuah makalah kimia ke dalam laci meja itu setelah itu Wulan pun keluar dari kelas itu dan langsung menuju ke kelasnya.

Saat jam istirahat tiba Wulan memilih tetap berada di kelasnya dan memakan bekal yang ia bawa dari rumahnya, dengan begitu lahap Wulan memasukkan sendok yang berisi nasi goreng ke dalam mulutnya kemudian tiba-tiba handphonenya bergetar menampakkan sebuah pesan dari seseorang yang bertuliskan terima kasih. Wulan yang membaca pesan itu pun tersenyum manis.

Di saat jam pulang sekolah semakin dekat tiba-tiba Wulan di panggil oleh Bu Ayu yaitu guru biologi, Wulan diminta tolong oleh Bu Ayu untuk membimbing adik-adik kelasnya yang akan mengikuti olimpiade beberapa bulan lagi. Mau tidak mau Wulan pun mengiyakan permintaan tolong gurunya itu jadinya Wulan harus pulang sedikit lambat hari ini. Wulan membimbing adik-adik kelasnya dengan sabar serta mengajarkan kepada mereka mengenai materi yang tidak mereka pahami serta memberikan tips supaya mereka bisa menang olimpiade, selesai dengan membimbing adik-adik kelasnya Wulan pun pulang ke rumah namun pada saat Wulan menyusuri jalanan kota Bandung di sore hari itu tiba-tiba ia melihat seorang pria bersama wanita rambut pendek yang entah siapa sedang bercanda tawa di cafe yang letaknya tidak jauh dari sekolahnya.

“Mungkin itu teman dia ajah,” gumam Wulan pada dirinya.

“Mana mungkin dia mau menghianati gue,” batin Wulan.

Malam hari pun tiba, saat ini Wulan sedang berada di kamarnya bersama tugas-tugas yang baru saja ia selesaikan lalu Wulan mengambil handphonenya kemudian memfotokan tugas itu satu-satu dan ia kirimkan ke salah satu kontak wanya yang terdapat emot love di nama kontaknya. Setelah beberapa saat Wulan mengirimkan foto-foto tugas itu handphonenya pun berdering dan Wulan mengangkat telponnya dengan senyum di wajah.

“Halo,” suara barito cowok yang menelpon Wulan.

“Makasih ya jawaban tugasnya,” lanjut cowok itu.

“Sama-sama,” ucap Wulan lembut.

“Yaudah aku nugas dulu ya,” kata cowok itu.

“Bye sayang,” lanjutnya dan telponya langsung dimatikan sepihak.

Wajah Wulan yang semula bahagia sumringah pun berubah dalam sesaat hanya karena telponnya dimatikan sepihak, sebenarnya Wulan ingin bercerita kepada cowok yang menelponnya dan begitu banyak cerita yang ingin Wulan bagikan bersamanya namun tidak bisa. Cowok itu selalu tidak bisa mendengarkan cerita Wulan dan tidak pernah punya waktu untuk Wulan.

***

Pagi-pagi sekali Wulan berangkat ke sekolahnya bersama mobil hitam merek lamborghini kesayangannya kemudian ia menuju kelas 12 Mipa 5 dan pada saat ia sampai di sana sudah ada cowok dengan rambut kesamping, mata hitam, senyum smirk, dan kulit sawo matang. Cowok itu bernama Theva Adebastian Bhiansyah dan biasa di sapa Bastian, ia adalah pacar Wulan dan hampir tiga tahun ini hubungan mereka benar-benar privat. Sebenarnya Wulan ingin sekali mempublish hubungannya namun Bastian selalu melarang hal itu jadinya Wulan hanya bisa pasrah dan menuruti perkataan Bastian.

“Ni flashdisknya,” ucap Wulan sambil menyerahkan flashdisk itu kepada Bastian.

“Makasih ya sayang,” kata Bastian.

“Lain kali kalau ada tugas power point kasih tau ke aku cepat-cepat bukan mendadak kek semalam jadinya aku harus begadang untuk ngerjain tugas kamu,” ucap Wulan panjang lebar.

“Iya sayang, maaf deh,” kata Bastian.

Selanjutnya Wulan pun pergi ke kelasnya, sesampainya Wulan di kelasnya ia pun langsung terduduk di kursinya kemudian mengambil handphonenya dari dalam tasnya dan membuka aplikasi wattpad lalu membaca salah satu cerita yang ia pilih.
Siang hari tiba dan seluruh warga SMA Garuda Indonesia saat ini sedang berada di kantin untuk mengisi perut mereka yang terus saja berbunyi, Wulan pun menuju ke kantin bersama dua orang temannya dan saat sampai di kantin Wulan melihat Bastian sedang menyuapi somay ke seorang gadis berambut pendek yang berada di hadapannya. Semua kejadian itu benar-benar di lihat oleh mata Wulan, Wulan sangat kaget dengan apa yang ia lihat namun ia tetap mencoba berpikir positif.

“Mungkin dia Cuma mau nyuapin cewek itu karena sakit atau apa gitu,” batin Wulan.

Hari semakin larut dalam siangnya menuju sore, saat ini Wulan sedang berada di cafe yang tak jauh dari sekolahnya. Wulan sengaja nongki sebentar sebelum pulang ke rumah, niat dirinya ingin memenangkan dirinya setelah semua kejadian di sekolah tadi. Mulai dari kejadian ulangan dadakan, kuis, melihat Bastian menyuapi wanita lain, dan masih banyak lagi.

Saat Wulan sedang bersantai di cafe sambil melihat ke arah jalan raya tiba-tiba ada sebuah motor ninja biru lewat dengan seorang cowok bersweater putih dan wanita berbaju putih dengan rambut pendek. Wulan sangat tahu siapa cowok itu dan cewek itu adalah cewek yang ia lihat di kantin tadi.

“Itu motor Bastian,” gumam Wulan pelan pada dirinya.

“Iya bener itu motor Bastian, gue hafal banget motornya bahkan nomor platnya itu sama dengan motor bastian,” ucap Wulan sambil mengangguk.

“Terus itukan cewek tadi di kantin,” kata Wulan.

“Keknya ada hal yang aneh dan gue harus cari tau hal itu,” lanjut Wulan.

Usai dari cafe Wulan pun pulang ke rumahnya dan saat sampai di rumah Wulan buru-buru menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya karena nanti malam ia ingin keluar dan nongki di cafe bersama teman-temannya, begitu gesit Wulan mengerjakan tumpukan tugas di hadapannya hingga selesai tak hingga.

Malam pun tiba, Wulan sudah berada di cafe Cristal yaitu sebuah cafe baru yang tempatnya tidak jauh dari rumah Wulan. Cafe itu bernuansa Paris, siapapun yang makan di cafe itu akan merasa dirinya seolah-olah berada di Paris jadi cafe itu sangat cocok buat anak muda yang ingin nongki di situ. Wulan sampai di cafe cukup awal sehingga ia hanya sendiri saja namun ada seorang gadis rambut pendek yang menyita perhatiannya, gadis itu adalah wanita yang bersama Bastian tadi lalu berniat mencari info jadinya Wulan pun duduk di meja gadis itu yang kebetulan pada waktu itu gadis itu hanya sendiri.

Wulan menyapa gadis itu dan sedikit bertanya-tanya kepada gadis itu kemudian sesekali bercanda tawa dengan niat untuk mencairkan suasana serta basa basi dahulu sebelum ke topik yang akan ia tanyakan pada gadis itu.

“Eh lo dekat banget ya sama si Bastian,” ucap Wulan ditengah percakapan mereka.

“Iya kita emang dekat,” jawab Shindy, ya nama gadis itu Shindy.

“Lagi pdkt ya?,” tanya Wulan.

“Nggak dong,” jawab Shindy santai.

“Kita udah pacaran,” lanjut Shindy.

Wulan yang mendengar hal itu pun kaget namun ia berusaha menetralkan ekspresinya supaya terlihat biasa saja dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

“Maaf, gue baru tau lo pacar dia,” kata Wulan.

“Santai ajah, kita pacaran baru setengah tahun,” ucap Shindy.

“Udah lama dong,” kata Wulan.

“Lamaan lagi pdkt, waktu itu gue pdkt sama dia dari kelas sepuluh eh jadiannya kelas dua belas terus semenjak jadian kita sering ke mana-mana bareng sama dia itu romantis banget sama gue,” ujar Shindy.

“Ooo begitu, gue beneran baru tau loh soalnya nggak kelihatan,” kata Wulan.

“Masak sih? Padahal si Bastian sering banget Upload foto dia sama gue di sosial medianya,” ujar Shindy.

“Setau gue nggak ada tuh, soalnya gue juga follow dia,” kata Wulan.

“Lo follow akun kedua dia kali yang namanya babastian_0412, soalnya akun utama dia namanya beda jauh,” kata Shindy.

“Ini akun utamanya, namanya Boys_Shy ya ada singkatan nama gue sih yaitu shy biasa bucin,” lanjut Shindy sambil menunjukkan handphonenya.

“Ini foto gue sama dia, banyak banget dia post,” lanjut Shindy sambil menunjukkan foto-foto dirinya bersama Bastian kepada Wulan.

Wulan begitu kaget mengetahui hal itu, sungguh ia ingin sekali membunuh Bastian jika memang saat ini Bastian berada di hadapannya. Sesaat setelah Shindy menunjukkan itu semua kepada Wulan, Shindy pun pamit pulang bersama kakaknya yang menjemputnya di depan cafe dan Wulan juga langsung pulang waktu itu. Wulan mengirim pesan kepada teman-temannya kalau dirinya tidak jadi nongki karena sedang tidak enak badan, sesampainya Wulan di rumah ia langsung masuk ke kamar dan menangis. Sungguh Wulan tak menyangka kalau dirinya akan merasakan sakit yang begitu dalam karena cowok yang ia sayangi, begitu banyak pengorbanan Wulan terhadap Bastian mulai dari menemaninya ketika dahulu orang-orang membully dirinya, membantu Bastian dalam pelajaran, memberikan uang kepada Bastian ketika ia mengalami kesulitan keuangan, memberikan waktu dan masih banyak lainnya.

Wulan mengambil telponnya lalu ia mencari nomor pacarnya itu kemudian ia menelpon pacarnya itu, beberapa saat kemudian telponnya pun di angkat sama Bastian.

“Halo,” ucap Bastian.

“Besok pagi kita ketemuan di taman sekolah,” kata Wulan.

“Tapi besok aku mau jemput teman aku jadinya nggak bisa datang pagi,” kata Bastian.

“Yaudah siang aja,” kata Wulan.

“Nggak bisa nanti orang-orang lihat kita terus nanti di kira punya hubungan, kamu harusnya ngerti dong hubungan kita ini privat,” ucap Bastian panjang lebar.

“Gue nggak mau tau pokoknya besok pagi lo temui gue di taman sekolah kalau sampai lo nggak ada gue bakal bongkar hubungan kita ke publik,” kata Wulan sambil menahan emosian.

“Jangan dipublish dong, yaudah besok pagi aku temui kamu di taman,” kata Bastian dan telpon pun dimatikan oleh Wulan.

Seperti perkataan Wulan semalam yaitu dirinya akan menunggu Bastian di taman sekolah, saat ini terlihat Wulan sedang duduk di kursi taman sekolah dengan matanya yang membengkak akibat nangis semalaman lalu tak lama kemudian datanglah Bastian dan duduk di samping Wulan.

“Kenapa ngajak ketemuan? Kangen ya?,” tanya Bastian dengan niat jail kepada Wulan.

“Kita putus,” ucap Wulan langsung to the point.

“Hah? Putus?,” kata Bastian kaget.

“Iya putus,” ujar Wulan.

“Kenapa? Kamu marah sama aku, karna aku nggak mau publish hubungan kita? Atau karna aku nggak ada waktu buat kamu? Kamu taukan aku nggak suka hubungan yang di publish terus kamu tahukan kalau aku juga sibuk dengan dunia aku,” kata Bastian sedikit berteriak.

“Kamu nggak suka hubungan yang dipublish? Terus ini apa namanya? Privat in publik gitu maksudnya?,” teriak Wulan sambil menunjukkan foto-foto Bastian bersama Shindy.

“Tapi..,” ucapan Bastian terpotong oleh Wulan.

“Tunggu, gue belum selesai,” teriak Wulan.

“Terus lo bilang lo sibuk? Sibuk selingkuh maksud lo?,” bentak Wulan.

“Gue nggak mau tau lo sama gue mulai sekarang nggak ada hubungannya apapun,” lanjut Wulan masih dengan teriakannya.

“Jaga Shindy, jangan lo sakiti dia kek lo sakiti gue, hampir tiga tahun gue pacaran sama lo dan ternyata gue pacaran sama seorang makhluk halus yang bisa di lihat tanpa membuka mata batin,” ucap Wulan dengan senyum smirknya.

“Maksudnya apa? Dan gue bisa jelasin kalau gue itu hilaf sama Shindy,” kata Bastian sambil menatap ke arah Wulan.

“Ya begitulah datang ketika lo butuh gue dan menghilang tanpa kabar ketika lo bahagia, oh ya gue nggak butuh penjelasan dari lo dan gue juga nggak bakal kali lo kesempatan kedua karena yang namanya perselingkuhan itu tiada maaf bagi gue,” ucap Wulan teriak lalu pergi meninggalkan Bastian yang berdiam diri di taman.

Bastian pun begitu kaget melihat Wulan, selama bertahun-tahun Bastian mengenal wanita itu ia belum pernah sekalipun melihat wanita itu berteriak-teriak kepada dirinya apalagi melihat wanita itu semarah itu pada dirinya. 

***

Setelah kejadian di tamat maka Wulan tidak pernah lagi mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan Bastian meskipun beberapa kali Bastian berusaha menghubungi Wulan namun Wulan selalu mengabaikannya karena dirinya telah capek dengan sosok laki-laki yang pernah singgah di hatinya itu, bagi Wulan yang penting saat ini itu kesembuhan hatinya.

Semenjak dari kejadian di taman itu Bastian sering mendapatkan masalah mulai dari dipanggil ke ruang BK karena tidak mengerjakan tugas sebab selama ini tugas-tugas sekolah Bastian selalu dikerjakan oleh Wulan dan jika ia mengerjakan tugas sekolah itupun jawabannya dari Wulan lalu selalu di hukum karena merokok sebab tidak ada lagi Wulan yang membuang rokok Bastian seperti biasanya hingga di interogasi oleh guru-guru karena berani berpacaran di sekolah secara terang-terangan dan masalah-masalah lainnya yang dihadapi Bastian. 

Saat ini Wulan tidak lagi mengurusi Bastian sedikit pun ia hanya mengurusi dirinya dan memperbaiki dirinya agar kesalahan yang ia perbuat di dalam memilih sosok cowok saat ini tidak terulang di masa mendatang.

Komentar

  1. Jahat banget si Bastian. Wulan deserve better :((( bagus tulisannya Ka, jadi ikut ngerasain emosinya wulan

    BalasHapus
  2. Wulan kamu kuat. Biarlah Bastian bersama dengan wanita pilihannya. Kamu harus bahagia, Wulan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Enam Puluh Dua Hari Bersama Orang-Orang Hebat

Prosa (Tentang Kehilangan Yang Abadi)

Prosa (Rasa Ini Habis Bukan Mati)