Big Why Menulis? dan Bagaimana Cara Mewujudkannya
Big Why Menulis? dan Bagaimana Cara Mewujudkannya
A. Big Why Menulis?
Kenapa saya menulis? Terdengar seperti sebuah pertanyaan yang simple atau sederhana namun ketika saya menjawabnya akan terasa cukup panjang sekali karena begitu banyak rangkaian kata yang harus dijelaskan demi menjawab pertanyaan tersebut.
Dari dahulu tepatnya di bangku SD saya selalu di suruh oleh orang tua saya untuk terus belajar menulis agar tulisan saya menjadi rapi, bisa dibaca, dan indah dipandang mata. Sedari itulah saya suka sekali menulis, menulis itu sungguh candu bagi saya. Di bangku SD dahulu saya pernah membeli buku diary hanya untuk sekedar menulis cerita saya, di buku itu saya mencurahkan semua hal yang saya alami. Dimulai dari kejadian sedih, marah, kesal, senang dan bahagia. Semua kejadian-kejadian itu saya tuliskan di buku diary itu. Ketika saya membaca membaca kembali tulisan itu sekarang ini semuanya terasa lucu. Bertanya-tanya, kenapa dulu saya menuliskan hal sekonyol itu?
Masuk ke bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) saya jadi lebih suka menulis, di tambah pada waktu itu guru saya sering sekali memberikan tugas untuk meringkas materi di buku paket. Semenjak itu saya suka menulis, namun masih belum saya kembangkan. Pada waktu itu saya hanya seorang anak yang susah mengekspresikan hal-hal yang saya rasakan melalui kata yang keluar dari mulut saya, contohnya ketika saya merasakan A maka saya akan mengatakan saya merasakan B entah mengapa hal itu selalu terucap oleh mulut saya. Maka dari itu, untuk mengekpresikan apa yang saya rasakan, saya pun menuliskan semua hal itu di sebuah kertas kosong. Menumpahkan setiap emosi yang rasakan di kertas itu, hal itu terus saya lakukan bahkan hingga sekarang ini.
Waktu terus berlalu, saya pun masuk ke Sekolah Menengah Atas (SMA). Di Awal masuk SMA, saya selalu mengatakan saya ingin menjadi seorang penulis kepada setiap orang yang bertanya soal cita-cita saya. Di SMA saya semakin sering menulis, karena faktor lingkungan juga yang mendukung saya untuk terus menulis. Begitu teringat di memori ini, saya menduduki kelas IPA 1 yang isinya anak-anak ambis, rata-rata anak kelas saya suka sekali menulis jawaban dari soal-soal yang ada di buku LKS bahkan tanpa dimintai oleh guru, oleh sebab itu saya juga mengikutinya dan mencari jawaban dari soal-soal di LKS menjadi hobi saya waktu itu. Tempat favorit saya di SMA itu perpustakaan karena tempat itu begitu tenang untuk saya menulis, sebab suasananya begitu adem. Di masa SMA ini juga bisa dikatakan saya menjadi anak studygram, ya menulis materi-materi pelajaran di binder sebagai pegangan pribadi.
Ketika pandemi covid-19 melanda dunia, saya merasakan dampak pandemi itu. Begitu hebat dampaknya, hingga setiap aspek kehidupan pun merasakannya. Awal pandemi saya begitu senang, ya jelas senang karena libur empat belas hari. Pada waktu itu saya berpikir kalau saya akan melakukan berbagai hal yang menyenangkan di empat belas hari itu, berbagai rencana sudah tersusun di otak saya pada waktu itu. Tapi dunia seakan-akan tidak berpihak kepada saya, libur yang awalnya hanya empat belas hari menjadi berbulan-bulan. Sungguh membosankan buat saya, ditengah kebosanan itu saya di ajak teman saya untuk mengikuti kegiata menulis yang diadakan oleh FLK. FLK adalah sebuah Forum Literasi Kundur, sebuah forum yang membudaya literasi di daerah saya. Saya mengikuti kegiatan forum itu, saya menulis sebuah cerita tentang pandemi covid-19. Semenjak satu kegiatan itu, saya pun mengembangkan dengan mengikuti beberapa kegiatan kepenulisan online lainnya hingga sekarang ini.
Jadi, dari cerita saya yang di mulai dari bangku SD, SMP dan SMA. Bisa dikatakan saya menulis karena saya hobi dan juga sebagai media saya untuk mengekspresikan diri, dari dua yang menjadi alasan saya menulis berkembang menjadi hobi baru yaitu membaca. Menurut hobi menulis dan membaca itu sepaket.
B. Bagaimana Cara Mewujudkannya
Mewujudkan? Sebuah kata yang gampang diucapkan namun terkadang sulit untuk direalisasikan di dalam kehidupan nyata. Di dalam mewujudkan diri menjadi seorang penulis, bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut:
1. Mengikuti Organisasi
Kepenulisan
Mengikuti organisasi kepenulisan merupakan salah satu jalan keluar yang dapat dipilih untuk mengawali karir menjadi seorang penulis dan juga dapat mempertahankan diri untuk terus menulis, biasanya di dalam organisasi kita bisa mendapatkan berbagai materi kepenulisan dan juga hiburan melalui permainan yang diadakan. Kita bisa mengikuti organisasi kepenulisan baik itu online ataupun offline, menurut saya yang mana saja boleh asalkan nyaman.
2. Mengikuti Kegiatan
Menulis
Mengikuti kegiatan menulis menjadi salah satu jalan keluar untuk mewujudkan diri menjadi penulis, karena dengan mengikuti kegiatan menulis kita bisa melatih diri kita dalam kemampuan menulis. Di era sekarang ini yang serba digital kita bisa menemukan begitu banyak kegiatan menulis di sosial media, salah satunya di Instagram. Begitu banyak kegiatan menulis, contohnya tantangan menulis dalam jangka waktu tertentu, lomba menulis (puisi, cerpen, quotes dan lain-lain) dan program nulis bareng.
Selain dua hal diatas,
kita juga harus memiliki beberapa hal yang dapat menunjang diri kita untuk
menjadi seorang penulis yaitu sebagai berikut:
- Banyak membaca
- Mau belajar dan terus belajar atau tidak mudah menyerah
- Belajar dari kesalahan
- Mau di kritik
- Konsisten
Coba bayangkan bagaimana jika salah satu hal di atas tidak diterapkan di dalam diri seorang penulis, menurut saya cukup sulit untuk menjadi seorang penulis. Sebab bagi saya empat hal di atas harus ada di dalam diri supaya bisa menjadi seorang penulis.
Saya pribadi ingin menyampaikan semangat buat kita semua para penulis, kita hebat dan kita keren sebab kita bisa sampai di posisi sekarang ini dan orang lain belum tentu bisa ada di posisi kita. Apapun yang terjadi tetaplah terus menulis, teruskan bakat menulis itu hinggga pada akhirnya.

Enggak nyangka ya mba, kebiasaan kita, guru dan orangtua dahulu yang selalu meminta kita untuk menulis ngebuat dan ngebentuk bakat baru, yaitu menjadi penulis. Semangat mbaa
BalasHapusMembaca kisah menemukan the big why kakak keren banget. Aku tunggu karya selanjutnya kak.
BalasHapusWahh ternyata sejak kecil Kak Sulan nggak lepas dari dunia kepenulisan, ya? Berarti Kak Sulaysejak kecil memang sudah punya minat di dunia tulis menulis, ya? Keren sih karena enggak semua orang sejak kecil bisa punya minat nulis sejak kecil. Semoga bisa bertahan san konsisten di dunia kepenulisan ya, Kak Sulan! Semangat!!!
BalasHapusAku dari kecil emang suka nulis kak cuma nulis-nulis biasa ajah kak, aku mulai kembanginya waktu kelas satu SMA kak
HapusSemangat, Kak Sulanti. Apa yang sudah dimulai harus diteruskan hingga akhir hayat ya. Jadikan tulisannya sebagai amal jariyah, Kak. Semoga tulisan-tulisannya bisa jadi inspirasi orang lain.
BalasHapus